Kasus Penghinaan Ketua DPRK Bireuen, Tersangka Buat Video Permintaan Maaf Lewat Tiktok

Penyidik Polres Bireuen memeriksa Tar alias Midi sebagai tersangka penghinaan Ketua DPRK Bireuen, Rusyidi Mukhtar di Mapolres setempat, Kamis (22/9/2022).
Penyidik Polres Bireuen memeriksa Tar alias Midi sebagai tersangka penghinaan Ketua DPRK Bireuen, Rusyidi Mukhtar di Mapolres setempat, Kamis (22/9/2022)
Penyidik Polres Bireuen memeriksa Tar alias Midi sebagai tersangka penghinaan Ketua DPRK Bireuen, Rusyidi Mukhtar di Mapolres setempat, Kamis (22/9/2022)

BIREUENSATU.ID – Penyidik Polres Bireuen mulai memeriksa Tar alias Midi (42), warga Gampong Samuti Aman, Kecamatan Gandapura.

Ia menjadi tersangka kasus ujaran kebencian terhadap Ketua DPRK Bireuen, Rusyidi Mukhtar SSos. Hal tersebut disampaikan Kapolres Bireuen, AKBP Mike Hardy Wirapraja SIK MH melalui Kasat Reskrim, AKP Arief Sukmo Wibowo SIK kepada Serambi, Jumat (23/9/2022).

Disebutkan, tersangka yang ditangkap di kawasan Simpang Tiga, Kabupaten Pidie pada Rabu (21/9/2022) malam.

Pascapenangkapan itu, Tar alias Midi menjalani pemeriksaan sejak Kamis hingga Jumat kemarin. Dalam pemeriksaan, tersangka mengakui perbuatannya.

“Kemarin, tersangka Tar sudah membuat satu TikTok lain sebagai permintaan maaf atas perbuatannya.

Hanya saja, secara langsung dalam pemeriksaan itu, pelaku belum menyampaikan kalimat permintaan maaf,” ungkap AKP Arief Sukmo.

Kasat Reskrim Polres Bireuen mengungkapkan, walaupun sudah ada permintaan maaf, penyidik Polres Bireuen tetap melakukan proses pemeriksaan terhadap kasus tersebut.

Selain memeriksa tersangka, pihaknya juga akan memintai keterangan Ketua DPRK Bireuen, Rusyidi Mukhtar dan beberapa saksi lainnya.

“Tersangka masih diperiksa tim penyidik Polres Bireuen.

Kalau pemeriksaan selesai dan bagaimana proses selanjutnya akan kami sampaikan,” ujarnya.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, seorang warga Samuti Aman, Gandapura berinisial Tar alias Midi (42) ditangkap tim Polres Bireuen sekitar pukul 21.00 WIB, Rabu (21/9/2022) di Kecamatan Simpang Tiga, Pidie.

Pelaku diringkus karena diduga melakukan tindak pidana penghinaan/pencemaran nama baik melalui media elektronik TikTok.

Pria ini ditangkap karena melakukan tindak pidana menyebarkan informasi yang ditujukan untuk menimbulkan rasa kebencian.

Perbuatan atau pelanggaran sebagaimana dimaksud dalam pasal 45 ayat (3) Jo Pasal 45A ayat (2) UU RI Nomor 19 tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 tahun 2008 tentang ITE.

Ketua DPRK Bireuen, Rusydi Mukhtar mengharapkan kasus tersebut diproses dulu.

Hal itu disampaikannya kepada Serambi, Jumat (23/9/2022) sore, menyangkut penyelesaian kasus yang saat ini sedang ditangani Polres Bireuen.

Rusyidi mengatakan, dalam TikTok itu selain ujaran kebencian juga ada nada ancaman.

Kemudian, ditujukan bukan saja untuk pribadi ketua, tapi lembaga DPRK termasuk Pj Bupati Bireuen serta para pejabat lainnya.

Selain dirinya dicaci maki, marwah Bireuen juga tercemar dengan Tiktok karena tersebar luas ke seluruh dunia.

Dengan kalimat caci maki demikian, ia masih menunggu pemeriksaan selesai dulu sebelum mengambil kesimpulan.

“Saya juga akan dimintai keterangan serta beberapa saksi,” ujarnya.

Ketua DPRK Bireuen menambahkan, membiarkan masalah tersebut selesai dengan mudah menjadikan siapa saja akan dengan mudah mengumbar kebencian atau nada ancaman kepada siapa saja melalui berbagai aplikasi, facebook atau lainnya.

Disebutkan, dengan adanya pemeriksaan terhadap tersangka hendaknya menjadi pelajaran bagi siapa saja untuk tidak mudah menggunakan berbagai aplikasi yang mengarah kepada perbuatan melanggar hukum.

“Bila ingin viral lakukan perbuatan yang baik misalnya membantu membangun rumah warga miskin.

Jangan karena ingin viral maka melakukan perbuatan melanggar hukum.

Itu tidak benar. Kita tunggu pemeriksaan selesai dulu ya,” ujarnya.