Dewan Kesenian Aceh (DKA) Gelar Temu Ramah Syeh Sekabupaten Bireuen

Dewan Kesenian Aceh (DKA) Kabupaten Bireuen melakukan temu ramah dengan 40 syeh se-kabupaten itu, kegiatan berlangsung di Aula Hotel Djarwal setempat, Sabtu 24 September 2022
Temu ramah antara Syeh sekabupaten Bireuen dengan Dewan Kesenian Aceh
Temu ramah antara Syeh sekabupaten Bireuen dengan Dewan Kesenian Aceh

BIREUENSATU.ID – Dewan Kesenian Aceh (DKA) Kabupaten Bireuen melakukan temu ramah dengan 40 syeh se-kabupaten itu, kegiatan berlangsung di Aula Hotel Djarwal setempat, Sabtu 24 September 2022.
Kegiatan bekerjasama dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Bireuen diikuti syeh seudati, rapai, rabbani wahed dan meurukon. Hadir Kadisdikbud Bireuen, Muhammad Al Muttaqin, SPd MPd, Ketua DKA H Mukhlis, AMd SH.

Ketua panitia Alfian MPd, kepada media mengatakan, meudrah si uroe yang dilakukan ini dapat memperat rasa kekeluargaan dan silaturahmi satu sama lain.

Kegiatan ini merupakan rangkaian acara DKA dalam rangka menyambut ulang tahun Bireuen ke 23 dan acara puncak parade kesenian daerah, dengan tema riwang bak puncak di halaman Pendopo Bireuen, Jumat 30 Septemper sampai Sabtu 1 Oktober 2022.

“Ditengah era industri 4.0 dan digitalisasi nilai-nilai kearifan lokal Aceh, harus kita akui banyak bergeser, padahal zaman boleh berubah tetapi nilai tidak boleh berubah,” kata Alfian

Aceh hari ini sudah hilang identitas, dalam buku undinished story karangan Tgk Hasan Muhammad Ditiro, dikatakan Aceh crisis identity, saboh penyaket hana le taturi dro (satu penyekit tidak tau diri)

“Temu ramah dengan 40 syeh ini diharap lahir sebuah forum komunikasi antar syeh dibawah naungan DKA sebagai wadah melahirkan rekomendasi seni budaya dan mengembalikan karakter kearifan lokal Aceh di Bireuen, salah satunya melalui seni,” ujar Alfian.

Kadisdikbud Bireuen, Muhammad Al Muttaqin, kepada AcehEkspres.com, mengatakan, ke depan berharap pelaku seni seperti para syeh seudati, syeh rapai dan syeh lainnya, memang harus disatukan semua dan harus dibangkitkan kembali perannya.

Menurutnya, selama ini bukannya tidak bangkit peran syeh, tetapi karena kondisi pandemi Covid-19 melanda dunia. “Jadi untuk ke depan ini syeh sudah beraksi kembali dan kita mendukung peningkatan kompetensi kebudayaan ini,” kata Muttaqin

“Jadi nanti di sekolah-sekolah kita intruksikan kegiatan ekstrakulikulernya harus dimasukkan materi-materi kearifan atau kebudayaan lokal seperti Seudati, Rapai Pulot Gerimpheng, Rabbani Wahed. Intinya pelatihnya dari syeh ini, sekaligus pemberdayaan para syeh,” tambah Muttaqin.

Sementara itu, Ketua DKA Bireuen, H Mukhlis, AMd SH, mengatakan, ke depan kegiatan rembuk syeh Se-Kabupaten Bireuen, menjadi agenda rutin setiap tahun.

“Syeh ini ke depan berperan serta dalam pembangunan Kabupaten Bireuen, karena pembangunan itu tidak saja dengan insfratruktur, tetapi juga melalui seni dan budaya,” kata Mukhlis.