Majukan Kuliner Bireuen, Puluhan Pelajar Ikut Festival Bakar Sate

Pelajar yang ikut ambil bagian dalam lomba itu berasal dari seluruh kecamatan mulai dari Rayon I Samalanga, Rayon II Jeunieb, Rayon III Bireuen, Rayon 4 Peusangan, dan Rayon 5 Gandapura
Puluhan Pelajar di Bireuen mengikuti festival bakar sate yang dilaksanakan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan setempat, Kamis (1/12/2022).
Puluhan Pelajar di Bireuen mengikuti festival bakar sate yang dilaksanakan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan setempat, Kamis (1/12/2022).

BIREUENSATU.ID – Puluhan Pelajar di Bireuen mengikuti festival bakar sate yang dilaksanakan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan setempat, Kamis (1/12/2022).
Puluhan pelajar SMP di Bireuen yang berasal dari lima rayon, Kamis (1/12/2022), mengikuti festival budaya dengan lomba mem bakar sate atau teot sate.

Kegiatan itu berlangsung di halaman Kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan setempat.

Pelajar dengan baju seragam masing-masing seperti koki didampingi guru pendamping membawa berbagai perlengkapan masak ke lokasi lomba.

Perlengkapan yang dibawa mulai dari pisau, ember, arang hingga tungku alat memasak, dan daging lembu.

Setiba di lokasi, sesuai arahan panitia mereka menempati meja dan melakukan aktivitas masak-memasak mulai dari membersihkan daging, mencincang, memasak kuah sop, meramu alat masak, hingga sate di bakar.

Para pelajar terlihat begitu serius dan cekatan dalam mengikuti festival, masing-masing mereka mengetahui dengan baik bidang masak-memasak.

Setiap kelompok hanya dibolehkan didampingi seorang guru pembimbing.

Pelajar yang ikut ambil bagian dalam lomba itu berasal dari seluruh kecamatan mulai dari Rayon I Samalanga, Rayon II Jeunieb, Rayon III Bireuen, Rayon 4 Peusangan, dan Rayon 5 Gandapura.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Bireuen, Muhammad Al Muttaqin SPd MPd didampingi Kabid Kebudayaan, Reza Fitria SSi MSc mengatakan, di Bireuen utamanya Peusangan dikenal dengan sate matang.

Sehingga, festival bakar sate merupakan memajukan kuliner Bireuen yang sudah dikenal luas.

Dari lomba yang baru pertama kali dilaksanakan diharapkan pelajar mengetahui bagaimana cara mem bakar sate, bumbu apa saja yang diperlukan, dan bagaimana meramu bumbunya.

“Biasanya makan sate, kali ini para pelajar coba memasak sate yang enak dengan berbagai menu dan citra rasa masing-masing,” ujarnya.

Sate yang dibakar nantinya dihidangkan dan akan dicicipi bersama terutama panitia, dewan guru dan para pelajar sendiri untuk memberi penilaian, sementara yang terbaik akan ditetapkan sebagai juara dan mendapatkan hadiah.