Warga di Bireuen Cukup Bawa KK atau KTP untuk Berobat di Rumah Sakit dan Puskesmas

Pelayanan di berbagai fasilitas kesehatan saat ini sudah berlaku identitas tunggal seperti KTP atau KK
Kadinkes Bireuen, dr Irwan A Gani bersama pejabat dari BPJS Kesehatan sejumlah dinas terkait melaksanakan rapat koordinasi membahas penggunaan identitas tunggal bidang pelayanan kesehatan, pertemuan di aula Central Coffe, Jalan Bireuen-Takengon.
Kadinkes Bireuen, dr Irwan A Gani bersama pejabat dari BPJS Kesehatan sejumlah dinas terkait melaksanakan rapat koordinasi membahas penggunaan identitas tunggal bidang pelayanan kesehatan, pertemuan di aula Central Coffe, Jalan Bireuen-Takengon.

BIREUENSATU.ID – Bagi warga Bireuen saat berobat ke berbagai fasilitas kesehatan baik di Puskesmas maupun rumah sakit yang sebelumnya menggunakan kartu Askes atau BPJS, sekarang sudah berlaku identitas tunggal bisa menggunakan KTP atau KK saja sebagai identitas saat berobat.

“Pelayanan di berbagai fasilitas kesehatan saat ini sudah berlaku identitas tunggal seperti KTP atau KK,” ujar Kadiskes Bireuen, dr Irwan kepada awak media, Kamis (1/12/2022) malam usai rapat koordinasi untuk penyampaian informasi kepada masyarakat tentang pelayanan di faskes di Bireuen dengan identitas tunggal, di aula Central Coffe, Jalan Bireuen-Takengon, Kamis (1/12/2022) sore.

Disebutkan, rapat koordinasi dilaksanakan Dinas Kesehatan, Dinas Sosial, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil, Bappeda, BPJS Kesehatan, Bagian Protokol Pimpinan Setdakab Bireuen, membicarakan langkah-langkah tentang penggunaan identitas tunggal apabila masyarakat melakukan kunjungan ke Puskesmas atau rumah sakit, jelasnya.

Ditambahkan, di Bireuen pemberlakuan identitas tunggal dalam bentuk KTP atau KK telah diberlakukan mulai Agustus 2022. Namun belum efektif dan masih dilakukan sejumlah penyempurnaan, maka dilakukan rapat koordinasi agar penggunaan identitas tunggal dapat maksimal.

“Masyarakat bila mengunjungi fasilitas kesehatan cukup bawa KTP atau KK. Tetapi masyarakat harus memastikan Nomor Induk Kependudukan (NIK) aktif, apabila tidak aktif kita imbau bagi masyarakat untuk mengaktifkan,” imbau Kadinkes.

Dengan aktifnya NIK sehingga masyarakat tidak terkendala dalam proses dalam pelayanan di fasilitas kesehatan. “Kami juga di jajaran Pemkab Bireuen, terus mempersiapkan segala kekurangan yang ada, baik di Puskesmas maupun di rumah sakit, menunjang penggunaan identitas tunggal ini,” ungkapnya.

Terkait pengaktifan NIK karena menjadi suatu kendala tersendiri dialami oleh masyarakat di Bireuen, ujar Kadiskes.

Dia sebutkan nanti di tingkat kabupaten akan ada satu forum yang membawahi dinas-dinas terkait, untuk proses percepatan penyelesaian masalah NIK penduduk di Bireuen.

Disebutkan, harapan Pemkab Bireuen masyarakat tidak perlu bolak-balik dalam proses pengurusan NIK. Cukup di Puskesmas atau rumah sakit, nanti pihak dinas terkait yang akan menyelesaikan kendala pengaktifan NIK.