Puluhan Rumah di Peudada Bireuen Tergenang Banjir

Benih padi yang baru disemai dan anakan yang baru tumbuh turut terendam air dan rusak
Puluhan rumah warga di Desa Alue Sijuek, Peudada Bireuen tergenang banjir luapan dari waduk paya Sikameh, Peudada, Bireuen.
Puluhan rumah warga di Desa Alue Sijuek, Peudada Bireuen tergenang banjir luapan dari waduk paya Sikameh, Peudada, Bireuen.

BIREUENSATU.ID – Puluhan rumah warga di Desa Alue Sijuek, Tanjong Seulamat, Ikue Alue, Blang Rangkuluh, Dayah Mon Ara, Peudada Bireuen tergenang banjir luapan terjadi sekitar pukul 06.00 WIB, Selasa (20/12/2022) setelah hujan deras dan meluapnya waduk Paya Sikameh, Peudada Bireuen.

Amatan awak media di kawasan Desa Alue Sijuek, Peudada Bireuen salah satu ruas jalan desa setempat tergenang banjir, ada puluhan rumah juga tergenang banjir luapan, selain itu puluhan hektar sawah
mengalami masalah serupa, tanaman padi tidak kelihatan.

Benih padi yang baru disemai dan anakan yang baru tumbuh turut terendam air dan rusak.

Luapan air meluncur deras dari waduk Paya Sikameh yang meluap dan meluncur deras saluran ke rumah-rumah warga.

Ruas jalan desa ikut terendam air dan beberapa ruas jalan rusak digerus banjir luapan.

Razali Sekdes Alue Sijuek kepada awak media mengatakan, hujan deras terjadi sejak dua hari terakhir, setelah hujan deras waduk Paya Sikameh meluap.

Luapan dari waduk meluncur deras ke rumah-rumah warga melalui saluran buangan menyebabkan puluhan rumah tergenang banjir dengan ketinggian air mulai dari 30 cm sampai 60 cm.

Selain itu, dua ruas jalan desa ikut tergenang dan rusak digerus banjir.

Dijelaskan, saluran di waduk Paya Sikameh memang ada, namun tidak mampu menampung air sehingga meluap ke badan jalan.

Adapun rumah yang tergenang banjir kata Razal yaitu di Dusun Blang Geulanggang sebanyak 25 unit rumah, kemudian di Dusun Ansar sebanyak 24 unit rumah juga tergenang.

Walaupun rumah tergenang warga belum mengungsi dan berharap air segera surut, namun hujan masih turun dan mendung juga merata.

Selain desa tersebut, beberapa desa lainnya juga mengalami hal serupa.

M Nur anggota Tagana Dinsos Bireuen menambahkan, kondisi banjir luapan di kawasan Alue Sijuek setiap musim hujan terjadi.

Namun kali ini luapan lebih besar dan meluncur deras menyebabkan banyak rumah warga tergenang.

M Isa (60) salah seorang warga Alue Sijuek yang rumahnya ikut tergenang banjir mengatakan, sekitar pukul 06.00 WIB, luapan meluncur deras dan rumahnya yang berada di pinggir jalan desa ikut tergenang.

Sejumlah anggota Polsek Peudada serta BPBD Bireuen berada di lokasi memantau kondisi banjir dan melakukan pendataan dampak luapan.

Mencegah banjir luapan, warga mengharapkan satu saluran buangan yang sudah dangkal dan sempit hendaknya dinormalisasi kembali, sehingga begitu air waduk meluap tertampung di saluran dan tidak meluap ke rumah-rumah warga.

Informasi diperoleh wak media, banjir luapan melanda beberapa desa lainnya di Peudada termasuk di ruas jalan nasional Banda Aceh –Medan ikut tergenang, air meluncur deras dari selatan ke utara.

Camat Peudada, Bireuen, Erry Seprinaldi SSTP MSi kepada awak media mengatakan, banjir luapan di beberapa desa salah satu penyebabnya adalah hujan deras kemudian meluapnya beberapa waduk di
kawasan tersebut.

Harapan masyarakat katanya, beberapa saluran di samping waduk dinormalisasi kembali dan diperluas sehingga saat hujan deras luapan tertampung di saluran sehingga tidak tergenangnya puluhan rumah warga.